Bingung harus gimana, ketika aku membutuhkannya dia tak pernah ada tp dia selalu ada dalam hati dan pikiranku.. *apakah demikian dgn aku yg selalu ada di hati dan pikirannya? kurasa tidak!! dia mempunyai orang lain dalam hidupnya yg lebih nyata dan lebih penting dari aku.. Lalu aku ini apa untuknya??
Aku harus seperti apa, ketika aku tidak menemukannya ada dalam hari2ku?
Aku harus berlaku apa, ketika aku tidak menemukannya ada dalam hidupku?
Yg aku tahu adalah semua keinginkanku menjadikannya masalah dan kebingungan untuknya..
Harus bagaimana lagi aku ketika semua tuntutanku adalah beban baginya..
Bukankah harusnya itu resiko dia mempunyai 2 orang dalam hidupnya??
Dia bisa menuntut dan menginginkan aku seperti apa, dan aku bisa menghargainya karena itu..
Tp ketika aku mulai menuntut sesuatu tentang waktunya, dan aku hanya meminta sedikit keleluasaan nya untukku, semua tidak bisa, aku harus bagaimana???
Buat apa sms kalau cuma seperti itu? Mungkin menurut dia sudah bagus dia menghubungi lewat sms, tp apa gunanya juga kalau cm nanya begitu sambil lewat? basa basi busuk!!!!
Kepastianpun dia tak bisa berikan, lalu apa yg harus aku perjuangkan?
Cinta? Sayang? Apa bisa aku memperjuangkan cinta dan kasih sayang suami dan ayah orang lain?
Jika memang aku harus mundur, lapangkanlah dan mudahkanlah jalanku Tuhan..
Tp jika aku harus tetap bertahan, tolong jangan buat aku tersiksa dalam dosa ini..
Aku bingung, aku ingin lepas dari semuanya tp hatiku tidak bisa..
Mungkin memang dia harus memilih salah satu, dan itu pasti bukan aku..
Aku harus mulai membuka semuanya, aku takut jatuh cinta karena aku ga mau sakit hati lagi..
Tp sekarang, aku harus merasakan sakit lagi, lagi, dan lagi..
Siapa yg salah? Ga ada yg bisa disalahkan..
Aku bermain dgn perasaanku sendiri..
Sumpah, jenuh aku sangat jenuh sekarang..
Aku benar2 ingin lepas darinya dan semuanya, tp sumpah hatiku tidak bisa..
Aku bergelut dengan kebingungan yg teramat berat..
Ketika semua keluargaku melihatku bahagia dengannya dan satu persatu mulai menyetujuinya, dia berlaku begini padaku..
Dia selalu pusing sendiri, untuk apa pusingnya buatku..
Resikonya aja tak bisa dia perjuangkan, bagaimana aku dalam hidupnya?
Percuma semua rencanaku saat ultahnya..
Aku sudah reservasi restoran untuk diner berdua, sudah ku setting semuanya agar bisa mengesankan seumur hidupnya..
Tp apa, pulang ke Jkt aja jam5 sore, nyampe Jkt aja jam7 mlm, belum perjalanan nyampe rumah, belum siap2 semuanya, GAGAL semuanya..
Ga ada artinya usahaku, ga ada artinya pengorbananku..
Aku hanya harus menunggunya datang dengan beribu2 sms dan telpon berdering di depan mataku..
Tak cuma mataku yg menangis, hatiku pun selalu menangis..
Tp buat apa aku menangisi kelakuan bodohku ini?
Aku ingin bahagia dengan seseorang yg aku cintai dan aku sayangi..
Kenapa selalu begini, apakah ini takdirku untuk selalu disakiti oleh orang2 yg aku cintai?
Apakah aku tidak boleh mencinta?
Apakah aku hanya boleh melihat cinta itu saja?
Aku ingin merasakannya, bahagia karenanya, aku ingin gila dibuatnya..
Capek ternyata, lelah sekali rasanya..
Aku hanya ingin jalan terbaik untukku..
Selama ini aku memikirkan orang lain, hanya ingin membuat orang bahagia akanku..
Tp ternyata aku butuh bahagia juga, aku butuh seseorang yg bisa membahagiakanku..
Aku tak tahu lagi harus memberikan apa di hari ultahnya..
Menghubunginya pun aku tidak bisa..
Aku pun tak bisa menjadi yg pertama memberikan selamat atas hari jadinya..
Akupun tak bisa mendampinginya dalam hari itu..
Aku sakit, aku menangis, aku terpuruk, aku dipermainkannya..
Sudahlah, kalau memang ini jalanku, kuharap dia bisa membahagiakanku..
|Terima Kasih jika dia berusaha untuk bisa membuatku bahagia, kalau tidak bisa ya sudalah mungkin memang hanya rasa itu yg bisa dia berikan padaku..|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar